BAGAIMANA TETAP PERCAYA SAAT KECEWA?

Rating 0 (0 Votes)
Diterbitkan hari Friday, 06 November 2026 21:21
Ditulis oleh Admin
Dibaca: 20 kali
Baca: Mazmur 13:1-6

"“Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.” (Mazmur 13:6)"

Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 5-6

Ada masa ketika kenyataan tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Doa yang terus dipanjatkan seolah-olah belum dijawab, orang yang kita percayai justru mengecewakan, dan keadaan yang kita hadapi terasa semakin berat. Dalam situasi seperti itu, tidak mudah mempertahankan iman. Kita mungkin mulai bertanya, apakah Tuhan mendengar doa kita? Mengapa Dia membiarkan semua ini terjadi? Kekecewaan dapat mengguncang hati, bahkan membuat seseorang merasa jauh dari Tuhan.

Mazmur 13 memperlihatkan pergumulan Daud ketika ia merasa seolah-olah Tuhan menyembunyikan wajah-Nya. Berulang kali ia bertanya, “Berapa lama lagi, TUHAN?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Daud tidak sedang menyembunyikan kesedihannya. Ia mengungkapkan kegelisahan, ketakutan, dan pergumulan batinnya di hadapan Allah. Namun, menariknya, mazmur ini tidak berakhir dengan keputusasaan. Setelah mencurahkan isi hatinya, Daud kembali mengarahkan pandangannya kepada kasih setia Tuhan. Ia memilih percaya bukan karena seluruh persoalannya telah selesai, melainkan karena ia mengenal Allah yang tetap setia.

Kisah Daud mengajarkan bahwa iman bukan berarti kita tidak pernah kecewa, sedih, atau mempertanyakan keadaan. Iman justru terlihat ketika kita tetap datang kepada Tuhan di tengah pergumulan. Kita boleh menangis, mengeluh, bahkan mengungkapkan pertanyaan yang sulit, tetapi jangan membiarkan kekecewaan menjauhkan kita dari Allah. Perasaan manusia dapat berubah, keadaan dapat berganti, tetapi kasih setia Tuhan tidak pernah berubah. Percaya berarti tetap berpegang pada karakter Allah sekalipun kita belum memahami jalan yang sedang Dia izinkan terjadi.

Ketika harapan tidak sesuai kenyataan, apakah kita masih bersedia mempercayai Tuhan, atau justru membiarkan kekecewaan menguasai hati dan melemahkan iman kita?

—Admin
JANGAN BIARKAN KEKECEWAAN MENGALAHKAN IMAN, SEBAB ALLAH TETAP SETIA SEKALIPUN KEADAAN BELUM BERUBAH

Tinggalkan Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar yang disetujui.