Pernahkah kita mendengar pertanyaan, jika orang Kristen percaya kepada Bapa, Anak, dan Roh Kudus, apakah itu berarti orang Kristen menyembah tiga Allah? Pertanyaan ini muncul karena doktrin Tritunggal sering kali disalahpahami. Iman Kristen memang mengakui Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tetapi bukan berarti ada tiga Allah. Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu esa.
Doktrin Tritunggal adalah ajaran bahwa Allah yang esa ada dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiganya bukan tiga Allah yang berbeda, melainkan satu Allah yang sama dalam hakikat keilahian. Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Namun, Bapa bukan Anak, Anak bukan Roh Kudus, dan Roh Kudus bukan Bapa. Ketiganya berbeda sebagai Pribadi, tetapi satu dalam keilahian.
Kebenaran ini terlihat dalam peristiwa baptisan Yesus di Matius 3:13–17. Ketika Yesus dibaptis, Roh Allah turun seperti burung merpati, sementara suara dari surga menyatakan bahwa Yesus adalah Anak yang dikasihi. Dalam satu peristiwa, Bapa, Anak, dan Roh Kudus dinyatakan secara bersamaan. Kemudian, dalam Matius 28:19, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk membaptis dalam satu nama, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Doktrin Tritunggal memang melampaui kemampuan pemahaman manusia sepenuhnya, tetapi bukan berarti tidak memiliki dasar Alkitab. Kita tidak boleh mengurangi keilahian Yesus, mengabaikan pribadi Roh Kudus, atau memisahkan ketiganya menjadi tiga Allah. Ketiganya bekerja dalam kesatuan ilahi dalam penciptaan, penyelamatan, dan pengudusan umat Allah.
Memahami Tritunggal menolong kita mengenal Allah sebagaimana Dia menyatakan diri-Nya dalam Alkitab. Sudahkah kita memahami bahwa iman Kristen menyembah satu Allah dalam tiga Pribadi, bukan tiga Allah?
