Dalam kehidupan sehari-hari, perpisahan sering kali meninggalkan kesedihan dan pertanyaan. Ketika seseorang yang kita kasihi harus pergi, kita mungkin bertanya-tanya bagaimana kehidupan akan berjalan tanpa kehadirannya. Para murid Yesus juga mengalami momen perpisahan ketika mereka menyaksikan Guru dan Tuhan mereka terangkat ke surga. Namun, kenaikan Yesus bukanlah akhir dari karya-Nya, melainkan bagian penting dari rencana keselamatan Allah.
Setelah bangkit dari kematian, Yesus menampakkan diri kepada para murid selama empat puluh hari dan berbicara tentang Kerajaan Allah. Sebelum terangkat ke surga, Ia memberikan perintah agar mereka menjadi saksi-Nya, mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria, sampai ke ujung bumi. Kemudian, Yesus terangkat di hadapan mereka dan awan menutup-Nya dari pandangan. Peristiwa ini menegaskan bahwa pelayanan Yesus di bumi telah memasuki tahap yang baru.
Kenaikan Yesus memiliki makna teologis yang sangat penting. Ia kembali kepada Bapa, dimuliakan, dan memerintah sebagai Tuhan atas segala sesuatu. Kenaikan-Nya juga berkaitan dengan janji pemberian Roh Kudus yang akan memperlengkapi para murid untuk bersaksi. Yesus tidak meninggalkan umat-Nya tanpa pertolongan. Ia tetap bekerja melalui Roh Kudus dan memelihara gereja dalam menjalankan misi-Nya. Selain itu, kenaikan-Nya mengarahkan perhatian orang percaya kepada janji bahwa Ia akan datang kembali.
Sebagai orang percaya, kita tidak dipanggil untuk hanya memandang ke langit dan menantikan kedatangan Kristus. Kita dipanggil untuk menjalankan tugas yang telah dipercayakan-Nya, yaitu memberitakan Injil dan menjadi saksi Kristus melalui perkataan maupun perbuatan. Kehidupan kita seharusnya mencerminkan bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas seluruh hidup kita. Sudahkah kita menjalankan panggilan untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia?
