Setiap hari kita meluangkan waktu untuk membaca berbagai informasi. Kita membaca berita, pesan, buku, bahkan media sosial. Namun, pernahkah kita bertanya: sudahkah kita menyediakan waktu untuk membaca firman Tuhan? Kita sering ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia, tetapi terkadang mengabaikan firman yang menuntun kehidupan kita.
Orang Kristen harus membaca Alkitab karena Alkitab adalah firman Allah yang menjadi pedoman iman dan kehidupan. Rasul Paulus mengingatkan Timotius bahwa seluruh tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, menegur, memperbaiki kelakuan, dan mendidik dalam kebenaran. Artinya, Alkitab bukan sekadar buku untuk menambah pengetahuan agama, melainkan firman yang membentuk cara berpikir, sikap, dan tindakan kita.
Melalui Alkitab, kita mengenal siapa Allah, memahami karya keselamatan melalui Yesus Kristus, dan mengetahui kehendak-Nya. Firman Tuhan juga menolong kita membedakan yang benar dan yang salah ketika menghadapi berbagai pilihan hidup. Tanpa mengenal firman, iman kita mudah dipengaruhi oleh pendapat manusia, perasaan, atau ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran.
Karena itu, membaca Alkitab bukanlah kewajiban yang dilakukan sekadar untuk memenuhi rutinitas rohani. Bacalah dengan hati yang terbuka, renungkan isinya, dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak harus langsung banyak, tetapi lakukan dengan tekun dan konsisten. Sebab, firman yang kita baca seharusnya bukan hanya memenuhi pikiran, melainkan juga mengubah kehidupan. Sudahkah firman Tuhan menjadi bagian penting dalam keseharian kita?
