PENGHARAPAN ORANG PERCAYA

Rating 0 (0 Votes)
Diterbitkan hari Saturday, 07 November 2026 20:50
Ditulis oleh Admin
Dibaca: 2 kali
Baca: Roma 8:18-30

"“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” (Roma 8:24)"

Bacaan Alkitab Setahun:
Amsal 25-27

Pernahkah kita berada dalam keadaan sulit ketika segala sesuatu terasa tidak pasti? Kita mungkin menghadapi kegagalan, kehilangan orang yang dikasihi, masalah keluarga, penyakit, atau pergumulan ekonomi. Dalam situasi seperti itu, manusia sering kehilangan semangat karena tidak melihat jalan keluar. Namun, orang percaya memiliki sesuatu yang berbeda, yaitu pengharapan yang tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada kesetiaan Allah dan janji-Nya.

Pengharapan Kristen bukan sekadar berpikir positif atau berharap segala sesuatu berjalan sesuai keinginan kita. Pengharapan orang percaya berakar pada karya keselamatan Yesus Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya, serta janji kehidupan kekal. Karena Kristus telah bangkit, kita memiliki kepastian bahwa dosa dan kematian tidak akan menjadi akhir dari kehidupan kita. Allah yang memulai karya keselamatan juga akan menyelesaikannya sesuai dengan kehendak-Nya.

Dalam Roma 8:18–30, Rasul Paulus menjelaskan bahwa penderitaan zaman sekarang tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada orang percaya. Bahkan seluruh ciptaan sedang mengeluh sambil menantikan pembaruan yang Allah janjikan. Paulus juga mengingatkan bahwa Roh Kudus menolong kita dalam kelemahan dan berdoa bagi kita sesuai dengan kehendak Allah. Ini berarti kita tidak menghadapi pergumulan hidup seorang diri.

Pengharapan tersebut tidak menjanjikan bahwa orang Kristen akan selalu bebas dari masalah. Sebaliknya, kita tetap dapat mengalami kesedihan, kehilangan, dan penderitaan. Namun, di tengah semuanya, kita memiliki keyakinan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Kebaikan yang dimaksud bukan selalu kenyamanan duniawi, melainkan penggenapan tujuan Allah dalam membentuk kita semakin serupa dengan Kristus.

Karena itu, jangan biarkan keadaan sementara merampas pengharapan kekal kita. Tetaplah percaya, berdoa, dan berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan. Apakah pengharapan kita selama ini bergantung pada keadaan, atau sungguh-sungguh berakar pada janji Allah?

—Admin
PENGHARAPAN ORANG PERCAYA TIDAK PERNAH SIA-SIA, SEBAB ALLAH SETIA PADA JANJI-NYA!

Tinggalkan Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar yang disetujui.